Rabu, 29 November 2017

Politisi Golkar Ini Ingin Industri Kakao Tingkatkan Kesejahteraan Petani Konsel


Bupati Konsel H. Surunuddin Dangga ST MM menghadiri peresmian Penyelenggaraan Kawasan dan Pengusaha Berikat PT. Kalla Kakao Industri didampingi Ketua DPRD Konsel Irham Kallenggo, S.Sos., M.Si. Kawasan Berikat tersebut diresmikan oleh Kadisperindag Sultra Hj. Siti Saleha, SE.,M.Si., mewakili Plt Gubernur Mayjen (Purn) TNI Saleh Lasata, Selasa (28/11/2017).

Acara tersebut juga dihadiri Kakanwil Bea Cukai Sulawesi Bagian Selatan (Makassar, Parepare, Malili dan Kendari) Untung Basuki, Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Kendari Denny Benhard, Dirut PT. Kalla Kakao Industri Ahmad Zaky Amiruddin, Direktur Komersial Muh Amri Arsyid beserta Forkopimda, pelanggan, penyuplai dan mitra kerja PT. Kalla Kakao Industri.

Bupati Konsel Surunuddin Dangga dalam sambutannya mengatakan, sebagaimana tersebut dalam PP No 33 Tahun 1996 Kawasan Berikat dapat diartikan sebagai suatu bangunan, tempat, atau kawasan dengan batas tertentu yang di dalamnya dilakukan kegiatan usaha industri manufaktur untuk tujuan ekspor.

“Sesuai dengan fungsinya kegiatan utama yang dilakukan adalah pengolahan bahan mentah, bahan baku, barang setengah jadi,atau barang jadi menjadi barang bernilai tinggi untuk penggunaannya. Oleh karenanya patut disyukuri Kawasan Berikat Kalla Kakao bisa beroperasi di Konsel yang fokus kegiatannya untuk meningkatkan nilai tambah biji kakao menjadi bubuk coklat, cairan coklat dan bentuk lainnya yang dididukung SDA Kakao Konsel yang melimpah,” ujarnya.

Selanjutnya berdasarkan data statistik 2016 hasil perkebunan Kabupaten Konsel, kakao adalah komoditas terbesar untuk perdagangan antar pulau yakni sebanyak 28,35 Ton dengan nilai perdagangan sebesar Rp. 649,39 juta. Hal ini sesuai dengan visi Konawe Selatan yang sejahtera, unggul dan amanah.

“Industri pengolahan sumber daya alam sangat relevan dengan kondisi Konsel yang berlimpah kekayaan hayati, sehingga pengembangan ekonomi lokal dan adanya kawasan berikat diharapkan dapat meningkatkan value added untuk produk kakao dan meningkatnya kesejahteraan petani kakao, serta menciptakan lapangan kerja dan peluang bisnis bagi masyarakat Konsel,” jelas Surunuddin.

Surunuddin yang Politisi Golkar Konsel ini juga menyatakan, untuk meningkatkan kelancaran pengembangan komoditas maka diperlukan sinergi antara seluruh pemangku kepentingan yaitu pemerintah, pelaku bisnis, universitas, lembaga keuangan dan masyarakat luas terutama petani kakao.

Petani kakao perlu dibina secara intensif agar mampu menjadi ujung tombak penyedia bahan baku dengan kemampuan lebih maksimal dan berkualitas. Peningkatan kemampuan petani kakao tentu akan meningkatkan kesejahteraan petani kakao itu sendiri.

Sumber: Bakubae.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Golkar Luwu Timur Siap Berjuang Menangkan NH-Aziz

Ketua DPD II Golkar Luwu Timur (Lutim), Thorig Husler, menegaskan seluruh kader partai berlambang beringin siap berjuang untuk memenangka...