Rabu, 29 November 2017

Ngeri!! Idrus Marham Siap Menangkan Golkar Jika Dipercaya Jadi Ketua Umum


Plt Ketum DPP Golkar Idrus Marham menyatakan dirinya siap memimpin partai berlambang beringin itu. Hal tersebut disampaikan Idrus menanggapi namanya disebut oleh Korbid Pemenangan Pemilu I DPP Partai Golkar Nusron Wahid.

“Apapun kalau itu jika dikehendaki oleh seluruh keluarga besar Partai Golkar, utamanya para Ketua DPD I dan DPD II, dan ada ridha Allah Yang Maha Kuasa maka tentu saya siap,” kata Idrus saat diwawancarai pada hari Rabu (29/11/2017).

Idrus menambahkan, dirinya siap dipercaya menjadi Ketua Umum Golkar merupakan bagian dari komitmen untuk membesarkan partai yang membesarkan namanya tersebut. Ia menilai, jika dirinya dipercaya jadi Ketum tersebut merupakan panggilan dari perjuangan dan ideologi Golkar.

Apalagi, kata Idrus, 16 bulan ke depan Golkar bakal menghadapi dua agenda politik utama, yakni pemilu presiden, anggota DPR dan DPRD. “Apa yang bisa kami lakukan 16 bulan ke depan kalau kami mulai dari awal. Yang namanya melanjutkan berarti kami harus efektifkan seluruh program dan kegiatan kepengurusan yang sudah disusun untuk melakukan gerakan yang ada,” kata politisi asal Sulsel ini.

Dorongan menggelar Munaslub di tubuh Partai Golkar mencuat setelah Ketua Umum Setya Novanto kembali dijadikan tersangka korupsi e-KTP dan ditahan KPK. Tetapi, rapat pleno DPP Partai Golkar memutuskan untuk menunggu hasil praperadilan Setya Novanto. Sekjen DPP Idrus Marham ditunjuk sebagai Plt Ketua Umum Golkar dalam rapat pleno DPP.

Korbid Pemenangan Pemilu I DPP Partai Golkar Nusron Wahid mengatakan ada dua nama yang beredar saat inidi bursa calon Ketua Umum Golkar pengganti Setya Novanto. Mereka adalah Korbid Perekonomian DPP Golkar Airlangga Hartarto dan Pelaksana Tugas (Plt) Ketum Golkar Idrus Marham.

Namun Nusron mengatakan, meski suasana munaslub untuk mengganti ketua umum baru sudah terasa, Golkar tetap mengutamakan persatuan dengan mengedepankan semangat musyawarah mufakat untuk memulihkan luka yang bisa saja muncul akibat dinamika yang terjadi di tubuh Golkar.

“Saya jujur saja di lapangan karena selalu ada luka setelah munas dan pemilihan Ketum. Pemulihan luka biasanya perlu waktu enam bulan sampai satu tahun. Supaya cepat pulih, kami ingin siapa pun yang menang adalah suara musyawarah untuk mufakat,” kata Nusron di Jakarta, Sabtu (25/11/2017).

Sumber: Bakubae.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Golkar Luwu Timur Siap Berjuang Menangkan NH-Aziz

Ketua DPD II Golkar Luwu Timur (Lutim), Thorig Husler, menegaskan seluruh kader partai berlambang beringin siap berjuang untuk memenangka...