Minggu, 07 Januari 2018

Golkar Targetkan Raih 10 Kursi Dari Sulsel Di Pileg 2019


Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto menginginkan Golkar kembali berjaya di Sulawesi Selatan seperti tahun-tahun sebelumnya. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konsolidasi pemenangan calon-calon kepala daerah yang diusung Partai Golkar untuk Pilkada Serentak 2018 di Sulsel.

“Pilkada bukan saja tentang pemenangan, tapi juga pemenangan partai. Saya menginginkan Golkar bangkit dan mengembalikan Sulsel kembali menjadi lumbung suara Golkar,” tegas Menteri Perindustrian tersebut di Clarion Grand Hotel, Makassar, Minggu malam (7/1/2018).

Dalam paparannya saat memberikan motivasi kepada pengurus DPD I dan DPD II dalam konsolidasi pemenangan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Nurdin Halid – Aziz Qahhar Mudzakkar yang maju pada Pilgub Sulsel, dia menginginkan Golkar menang mutlak di Sulsel.

Dia berharap perolehan kursi pada Pemilihan Legislatif 2019 bertambah dari sebelumnya atau memperoleh 10 kursi di Senayan dengan dibagi habis di tiap daerah.

“Kita menargetkan memperoleh 10 kursi, dan Pak Nurdin berjanji  memberi bonus dua kursi. Tentu ini sebagai bentuk keseriusan membesarkan serta mengembalikan kejayaan Golkar di masa depan. Perintah pertama partai adalah memenangkan pasangan NH-Aziz dan Jokowi menang,” kata Airlangga.

Sementara Ketua Harian Golkar sekaligus Plt DPD I Golkar Sulsel Nurdin Halid meyakinkan pengurus bahwa Golkar bisa mengembalikan kejayaannya, asalkan solid.

“Kita punya infrastruktur yang sangat kuat. Golkar punya anggota legislatif 376 orang di DPRD Provinsi dan daerah. Ada potensi 1,1 juta pemilih dari 376 kader tersebut,” kata Nurdin.

“Saya menargetkan kepada Sulsel untuk menang dan survei Golkar di awal hanya 20 persen nantinya akan naik bila kita bekerja maksimal. Target untuk DPR RI dari lima kursi, tentu bisa ditingkatkan menjadi 12 kursi.” lanjut Nurdin.

Konsolidasi pemenangan ini dihadiri seluruh pengurus DPD I Sulsel dan DPD II kabupaten kota. Sejumlah bakal calon wali kota dan bupati di 12 daerah turut hadir.

Sumber: Bakubae.com

Kamis, 04 Januari 2018

Anggota DPR Ini Menyerahkan Putusan Cagub Sultra Kepada DPP Golkar


Ketua DPD I Golkar Sultra Ridwan Bae akan tetap tunduk pada keputusan DPP Partai Golkar terkait siapa yang akan diusung calon gubernur dalam pemilihan gubernur Sultra tahun 2018 ini.

Sebelumnya telah terjadi perbedaan dukungan calon wakil gubernur yang diajukan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) 1 dan 2 dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.

Ridwan melanjutkan, Jumat (5/1/2017) sore, DPP Golkar akan memutuskan calon gubernur dan wakil gubernur yang akan diusung dalam Pemilihan Gubernur Sulawesi Tenggara 2018.

“Pada prinsipnya DPD I dan DPD II tetap konsisten pertama kita mengusulkan mengganti wakil, kalau Ali Mazi tidak mau maka kita minta mendukung Asrun karena pertimbangan kemungkinan menang,” ujar Ridwan Bae saat ditemui di Plaza Senayan Jakarta, Kamis (4/1/2018) malam.

Namun demikian, semua keputusan kandidat yang diusung partai berlambang pohon beringin ini berada di tangan DPP yang dinahkodai oleh Airlangga Hartarto. Ridwan pun akan tunduk jika memang keputusan usungan masih tetap Ali Mazi dan Lukman Abunawas (AMAN).

“Jika tetap AMAN, yang mungkin kita lakukan adalah kita membantu Ali Mazi dalam perbedaan, artinya kita tetap jalan walaupun kita berbeda kan tidak masalah,” ungkap Ridwan.

Tentu dalam prosesnya, legislator DPR RI ini masih berharap Ali Mazi bisa melakukan harmonisasi dengan kader Golkar untuk memuluskan langkahnya menuju orang nomor satu di Sultra.

“Dia harus berusaha memperbaiki hubungan dengan DPD I dan DPD II, jika dia mampu memperbaiki tentu jalannya akan lebih mulus,” pungkasnya.

Sementara terkait kemungkinan dukungan Golkar untuk Rusda Mahmud, Ridwan menyatakan belum terpikirkan.

“Kalau Golkar belum pernah berpikir mendukung Rusda, belum pernah. Tetapi tidak mustahil jika DPP berkehendak. Keputusannya besok, apapun keputusannya saya akan taat,” tutup mantan Bupati Muna dua periode ini.

Sumber: Bakubae.com

Rabu, 03 Januari 2018

Legislator Golkar Ini Berharap Ketua DPR Zaman Now Kreatif dan Inovatif


Fadel Muhammad mengapresiasi pernyataan Ketua Umum DPP Golkar Airlangga Hartarto yang mengisyaratkan calon ketua DPR yang akan diusung Golkar harus memenuhi unsur PDLT, yakni prestasi, dedikasi, loyalitas dan tidak tercela.

Legislator DPR dari Provinsi Gorontalo ini mengatakan calon juga harus memiliki konsep dalam memimpin lembaga legislatif, selain dia harus senior, juga memiliki rekam jejak yang bagus dan berintegritas tinggi. Senioritas yang dimaksud adalah kematangan figur sebagai pemimpin lembaga tinggi negara.

"Senioritas diperlu karena untuk memimpin lembaga tinggi negara diperlukan kematangan figur. Asam garam yang sudah dirasakan menempa kematangan kepemimpinan figur seorang ketua DPR," tegas mantan Gubernur Gorontalo 2001-2009 tersebut, pada hari Kamis (4/1/2018).

Fadel Muhammad melanjutkan, calon pemimpin yang memiliki konsep tak kalah penting dalam kondisi DPR saat ini. Fungsi dasar DPR yaitu fungsi pengawasan, penganggaran dan legislasi harus dikemas dengan konsep yang inovatif agar DPR menjadi perwakilan rakyat yang mampu menjawab tantangan zaman.

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan ini juga menawarkan inovasi dan terobosan fungsi regulasi dengan memperkenalkan dan menerapkan better regulation, suatu gagasan yang berkaitan dengan proses legislasi dengan fokus mengurangi beban peraturan dan administrasi yang tidak diperlukan.

Konsep better regulation juga berguna untuk mengupayakan dan memastikan bahwa peraturan perundang-undangan produk legislasi DPR dan penegakannya bersifat proporsional, akuntabel, konsisten, transparan dan terarah.

Fadel Muhammad bercerita, konsep better regulation sudah diterapkan di Inggris sejak tahun 1997. Oleh karenanya, seorang ketua DPR harus memiliki komitmen total untuk memberantas korupsi. Apalagi  terbukti kepercayaan rakyat terhadap DPR menurun akibat korupsi, dan dapat berakibat turunnya hasrat membayar pajak.

Mantan Bendahara Umum DPP Golkar 1999-2004 ini juga berharap calon ketua DPR harus mendorong inovasi dan terobosan dalam budgeting. Pembangunan 2018 harus ditargetkan lebih tinggi untuk mengejar peningkatan kesejahteraan, pengurangan kemiskinan dan ketimpangan.

"Oleh karena itu, kebijakan anggaran harus difokuskan pada pada perluasan pelayanan masyarakat miskin yang berpenghasilan rendah," ucap Fadel Muhammad.

Kebijakan penganggaran juga harus memihak kepentingan kelompok berpenghasilan rendah dan menetapkan target output yang dapat diukur. Yang tidak kalah penting, penganggaran harus memegang teguh kaidah efektivitas, efisiensi dan relevansi dengan permasalahan yang hendak dipecahkan.

"Oleh karena itu, penganggaran partisipatoris (participatory budgeting) perlu diperkenalkan secara lebih masif," kata Fadel Muhammad. Menurutnya penganggaran partisipatoris yang melibatkan masyarakat bertujuan mengindentifikasi mana permasalahan masyarakat yang memerlukan intervensi kebijakan secara lebih fokus dan efisien.

Sumber: Bakubae.com

Gubernur Rusli Ingatkan PNS Jangan Ceraikan Istri Karena Gemuk


Rusli Habibie, Gubernur Gorontalo mengingatkan para PNS agar menyayangi keluarganya, terutama istri, tanpa mempedulikan bentuk fisik. Menurut Gubernur Rusli, perubahan bentuk fisik tidak boleh dijadikan dalih para PNS di lingkungan Pemprov Gorontalo untuk berselingkuh atau bercerai.

Hal ini disampaikan Gubernur Rusli saat membuka apel kerja awal tahun dalam rangka pembinaan awal di lingkup Pemprov Gorontalo, Rabu (3/1/2018).

"Jangan selalu melihat istri dari kondisi sekarang. Cobalah anda buka album foto jadul sekali-sekali. Perhatikan bagaimana kondisi kalian berdua di masa lalu. Bagaimana istri masih cantik dan langsing sampai kalian jatuh cinta," terang Rusli Habibie diiringi tepuk tangan PNS perempuan.

Menurut Ketua Golkar Gorontalo ini, perubahan fisik perempuan bagaimana pun juga tidak lepas dari peran suami. Belum lagi ketika perempuan mengandung dan melahirkan buah hati pernikahan pasangan suami-istri. Jadi, Rusli Habibie tidak dapat menerima bentuk fisik menjadi alasan perceraian dan perselingkuhan.

"Maitua (istri) itu gode (gemuk) karena kitorang, para lelaki, sudah membuat istri-istri yang cantik-cantik jadi porak-poranda," ujarnya.

"Ma molingohu Pak Gub, ma mo lolohu tawu wewo, padahal gara-gara yio boti ti maituwamu (sudah gemuk Pak Gub, saya mau cari lain, padahal karena kamu juga istri jadi begitu)," ucap Rusli dengan tegas dalam dialek campuran Manado dan bahasa Gorontalo.

Karena itu, beliau berharap para pegawai negara yang dia pimpin tidak melakukan perbuatan tercela yang dapat merusak reputasi individu dan citra pemerintah provinsi. Masalah minuman keras dan narkoba juga menjadi sorotan mantan Ketua Kadinda Gorontalo itu.

Dalam amanatnya pada apel kerja awal tahun tersebut, Gubernur Gorontalo dua periode tersebut juga menekankan bahwa tahun 2018 adalah tahun penindakan disiplin. Menurutnya, lima tahun sudah cukup dimanfaatkan sebagai periode pembinaan pegawai.

Rusli Habibie juga berjanji tidak akan segan mencabut pembayaran tunjangan kinerja daerah bagi PNS yang melanggar aturan kedisiplinan. Lebih jauh lagi, Gubernur Rusli mengingatkan pelanggaran atas aturan dapat berakibat pada pemecatan jabatan bagi PNS yang tidak patuh.

Sumber: Bakubae.com

Selasa, 02 Januari 2018

Golkar Sitaro Solid Calonkan Takarendehang-Parera


Golkar Sitaro menunjukkan kelasnya dalam berpolitik menjelang pendaftaran pasangan calon ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Sitaro yang akan dimulai pada 8 Januari 2018 mendatang, setelah melewati berbagai dinamika dan gesekan dalam menghadapi pilkada di daerah penghasil pala terbaik dunia itu.

Golkar Sitaro akhirnya mendukung penuh secara pasangan Alfrets Ronald Takarendehang SE, Ak., dan Ir. Jutixel Rudolf Parera sebagai pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati dari Partai Golkar. “Kami sudah  mendukung penuh Takarendehang-Parera,” ujar Sekretaris DPD II Golkar Sitaro Woldewin Sasue, Rabu (3/1/2018).

Sasue menjelaskan, Ketua DPD II Golkar Sitaro Piet Kuera memimpin langsung rapat pengurus Golkar Sitaro pada akhir Desember 2017 lalu untuk memutuskan dukungan penuh untuk Takarendehang-Parera. Jadi, kata dia, tak ada lagi perbedaan pendapat, semua sudah bulat mendukung.

“Sekarang kami berkonsentrasi menyiapkan pendaftaran pasangan calon ke KPUD sebagaimana tahapan yang sudah ditetapkan,” tegas Sasue.


Bahkan Ketua DPD II PG Sitaro Piet Kuera telah berseru agar semua Pengurus Kecamatan (PK) hingga Pengurus di tingkatan Kelurahan dan Kampung agar merapatkan barisan mendukung penuh calon resmi PG tersebut. “Target kami, PG harus meraih kemenangan dalam Pilkada Sitaro 2018,” ujarnya.

Sumber: Bakubae.com

Menurut NH, Pembangunan Sulsel Harus Merata Hingga Kampung


Nurdin Halid, bakal cagub Sulsel dari Partai Golkar, sangat meresapi semangat pergantian tahun. Politisi Golkar yang berduet dengan Abdul Aziz Qahhar Muzakkar (AQM) ini memaknai pergantian tahun sebagai semangat untuk berbuat lebih positif demi kemaslahatan masyarakat Sulawesi Selatan.

Ketua DPD I Golkar Sulsel ini juga mengatakan, pergantian tahun bermakna Sulsel Baru, gerakan yang digagas Nurdin Halid bersama lima partai pengusung, adalah gerakan untuk melawan kesenjangan yang dialami masyarakat Sulawesi Selatan.

“Kita jadikan tahun 2018 sebagai tahun pertarungan. Pertarungan yang dimaksud bukan kita melawan orang atau kelompok tertentu. Tetapi, kita bertarung melawan kemiskinan, melawan pengangguran, dan melawan kesenjangan,” jelas Ketua Harian DPP Golkar ini di Makassar, Selasa (2/1/2018).

Untuk mewujudkan gagasan Sulsel Baru tersebut, Nurdin Halid mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Selatan untuk saling merangkul dan bergandengan tangan erat guna mewujudkan gagasan tersebut. Caranya adalah rakyat menyatukan suara untuk Sulsel Baru melalui pasangan NH-Aziz.

“Bertarung melawan kemiskinan, pengangguran dan kesenjangan artinya adalah seluruh masyarakat Sulsel harus bersatu mengantar dan memilih NH-Aziz menjadi pemimpin di Sulsel,” tuturnya.

NH, panggilan akrabnya, kembali menceritakan keputusannya secara tegas bahwa mengikuti kontestasi politik Pilgub Sulsel 2018 murni untuk membangun Sulawesi Selatan, kampung halaman yang selalu dia rindukan. Oleh karena itu, bersama Aziz, NH menyusun program Gerakan Membangun Kampung.

Program Gerakan Membangun Kampung berbasis pada tiga sektor utama, yaitu infrastruktur, ekonomi kerakyatan, dan kearifan lokal. Pembangunan infrastruktur bertujuan memeratakan pembangunan agar tidak hanya berpusat di kota besar seperti Makassar dan tentu saja untuk mengurangi kesenjangan.

“Pertumbuhan ekonomi tinggi itu percuma saja jika kesenjangan masih terjadi di kampung-kampung. Inilah alas an kami pulang ke kampong, murni untuk pengabdian,” tandas kandidat Gubernur Sulsel yang diusung partai Partai Golkar, Nasdem, PKPI, Hanura, dan PKB ini.

Sumber: Bakubae.com

Senin, 01 Januari 2018

Mantap! Komitmen Nurdin Halid Dipuji Ustad Fikri Zainuddin MZ


Nurdin Halid banyak menuai pujian dari berbagai tokoh. Kali ini, pujian serupa terhadap kisah hidup dan sepak terjang bakal calon Gubernur Sulsel datang dari Ustad Fikri Haikal Zainuddin MZ. Putra dai sejuta umat KH Zainuddin MZ tersebut tak bisa menyembunyikan kekagumannya pada pasangan Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar tersebut.

Ustad Fikri mengenal Nurdin Halid bukan dalam waktu sehari dua hari. Dai muda ini telah lama mengenal sang Ketua Dewan Koperasi Indonesia tersebut sebagai sosok yang getol memperjuangkan hak-hak masyarakat khususnya dalam soal ekonomi kerakyatan.

"Pak Nurdin Halid, teman yang sudah lama saya kenal, bahkan saya sudah menganggap beliau seperti keluarga. Beliau sosok konsisten dalam berjuang," ucap Ustad Fikri usai memberikan ceramah pada zikir akbar di Masjid Al Markaz Al Ma'arif Bone, Sulsel pada hari Minggu (31/12/2017).

Ustad Fikri juga menyebut, keinginan Ketua DPD I Golkar Sulsel tersebut maju di Pilkada Sulsel 2018 mendatang sebagai bukti konsistensinya untuk berjuang meningkatkan kesejahteraan rakyat di Sulsel. Ustad Fikri yakin, NH dapat mewujudkan tersebut jika kelak terpilih menjadi Gubernur Sulsel.

"Pak Nurdin berjuang mewujudkan keinginan tersebut agar rakyat diberi kesempatan untuk hidup lebih baik dalam bidang pendidikan, pekerjaan, penghidupan layak, kemakmuran dan sebagainya. Karena dengan itu, kita berharap sumber daya manusia di masyarakat menjadi lebih maju," jelasnya via rilis pers, Senin (1/1/2018).

Ustad muda ini berharap NH dapat sukses dalam pemilihan Gubernur Sulsel. "Saya melihat Pak Nurdin Halid memiliki misi yang bagus dan sangat luar biasa. Mudah-mudahan Allah berkehendak Pak Nurdin terpilih karena beliau memiliki tujuan yang diridhoi dan keinginan membawa Sulsel lebih bagus," harapnya.

Dai lulusan UIN Syarif Hidayatullah ini juga sempat berpose Salam Sulsel Baru bersama NH. Salam Sulsel Baru menggambarkan simbol niat dan komitmen pengabdian Nurdin Halid dalam mengatasi ketimpangan kemakmuran dan pembangunan antara daerah kota dan kampong di Sulawesi Selatan.

Sumber: Bakubae.com

Golkar Luwu Timur Siap Berjuang Menangkan NH-Aziz

Ketua DPD II Golkar Luwu Timur (Lutim), Thorig Husler, menegaskan seluruh kader partai berlambang beringin siap berjuang untuk memenangka...