Kamis, 07 Desember 2017

Nurdin Halid Optimis Majukan Pertanian Sulsel


Nurdin Bakal Cagub Sulawesi Selatan Nurdin Halid atau akrab dipanggil NH menegaskan, sektor pertanian di Kabupaten Bone belum optimal bukan disebabkan Bupati Andi Fahsar M Padjalangi dan Wakil Bupati Ambo Dalle salah menyusun kebijakan. Demikian pernyataan NH saat menceritakan kunjungannya ke Bone pekan lalu

Ketua DPD I Golkar Sulsel tersebut menambahkan, Bupati Fahsar Padjalangi dan Wabup Ambo Dalle justru memiliki cita-cita untuk mempercepat pembangunan sektor pertanian di Bone dengan potensi yang sedemikian besar. Sayangnya,  Fahsar- Ambo Dalle punya dua ‘kekurangan’, yaitu kekurangan dalam hal kewenangan dan anggaran.

“Fahsar dan Ambo Dalle punya dua ‘kekurangan’ pada kewenangan dan anggaran. Kalau pun bupati mau, itu menjadi ranah kewenangan provinsi, akhirnya bupati menjadi tidak bisa melakukan apa-apa,” tegas Nurdin Halid.

“Begitu pula halnya dengan anggaran, kalau mau membangun tapi dana yang dialokasikan tidak ada, kan akhirnya jadi tidak bisa melakukan apa-apa,” ucap Ketua Harian DPP Golkar ini.

Nurdin Halid menambahkan, artinya keterbatasan yang dihadapi Pemerintah Kabupaten harus dicarikan jalan keluarnya oleh Pemerintah Provinsi Sulsel. Ini yang akan menjadi tantangan bagi NH ketika memutuskan mencalonkan diri sebagai Gubernur untuk mewujudkan Sulsel Baru.

Dengan bekal jejaring yang kuat dan luas di level nasional dan internasional, apalagi NH pernah menjadi Ketum Exco PSSI, dia bersikap mampu mewujudkan cita-cita Sulsel Baru. Walaupun banyak orang menyebut cita-citanya terlalu melangit, NH berusaha keras meyakinkan rakyat Sulsel bahwa program-programnya sudah dikalkulasi dengan matang dan cermat.

Nurdin Halid memang telah memperkenalkan berbagai program kerakyatan untuk sektor pertanian. Program-program tersebut antara lain kredit kesejahteraan tanpa bunga dan agunan untuk petani hingga perbaikan sistem penyaluran pupuk.

Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia itu mempunyai keyakinan bahwa sektor pertanian Sulsel akan berjaya dalam perdagangan internasional. Nurdin Halid ingin mengubah Sulsel menjadi pusat agrobisnis dan agroindustri terbesar di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara.

Bone sendiri memiliki potensi menjadi sentra produk pertanian, karena luas total lahan pertanian di Bone jauh lebih luas dari kabupaten lainnya di Sulsel seperti di Sidrap. Namun produksinya masih rendah, misalnya 70% areal sawah di Bone masih mengandalkan sistem tadah hujan sehingga produksi beras menjadi rendah.

Sumber: Bakubae.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Golkar Luwu Timur Siap Berjuang Menangkan NH-Aziz

Ketua DPD II Golkar Luwu Timur (Lutim), Thorig Husler, menegaskan seluruh kader partai berlambang beringin siap berjuang untuk memenangka...