Kamis, 01 Februari 2018

Hasil Survei Tunjukkan Partai Golkar Teratas Di Sulsel



Sebagai partai yang memiliki sejarah tua dan mengakar di masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel), elektabilitas Golkar memiliki kecenderungan semakin menanjak. Survei terbaru menunjukkan bahwa Sulsel masih merupakan basis Partai Golkar.

Lembaga survei Populi Center merilis hasil survei tingkat elektabilitas 4 Pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel di Pilgub Sulsel. Selain merilis hasil survei 4 kandidat di Pilgub Sulsel, Populi Center juga merilis tingkat elektabilitas parpol di Sulsel.

Berdasarkan data Populi Center, elektabilitas Golkar masih berada di posisi teratas apabila pemilihan legislatif diadakan hari ini, dengan persentase 33,8 persen.

Dari data survei tersebut, Populi Center menempatkan PDIP pada posisi kedua dengan persentase elektabilitas pada angka 10,3 persen. Untuk posisi ketiga ditempati Gerindra dengan persentase 8,1 persen.



Hal yang mengejutkan adalah posisi Demokrat yang terlempar dari 4 besar atau berada di posisi ketujuh dibawah NasDem, PAN, dan PKS. Hasil survei Populi Center, elektabilitas Demokrat hanya 3 persen.

Survei yang dilakukan pada 15 Januari hingga 22 Januari 2018 di 80 Desa dan Kelurahan di Sulsel.  Dalam survei tersebut Populi Center menggunakan cara wawancara tatap muka dengan 800 responden yang dipilih dengan metode acak bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of error +/- 3,39% dan tingkat kepercayaan 95%.

Namun, menanjaknya elektabilitas Golkar belum diimbangi dengan meningkatnya popularitas pasangan kandidat Gubernur-Wakil Gubernur Sulsel dari Partai Golkar, yaitu Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz). Hasil survei menunjukkan bahwa elektabilitas NH-Aziz 17 persen, berada di posisi ketiga.

Pasangan paling populer adalah Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah dan adik Menteri Pertanian, Andi Sudirman Sulaiman (NA-ASS) dengan elektabilitas 32 persen. Pasangan ini didukung PDI Perjuangan, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Duet mantan Bupati Gowa dan adik Gubernur Sulsel SYL, Ichsan Yasin Limpo (IYL) dan Bupati Luwu Andi Qahhar Mudzakkar (Cakka) dengan elektabilitas 20,3 persen. Yang menarik adalah IYL-Cakka maju dari jalur perseorangan walaupun didukung Partai Demokrat karena tidak cukup kursi untuk mengusung calon sendiri.

Pasangan kandidat Agus Arifin Nu’mang (AAN) yang merupakan Wakil Gubernur Sulsel petahana dan Mayjen TNI (Purn.) Tanri Bali Lamo (TBL) yang didukung Partai Gerindra, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Bulan Bintang (PBB) memiliki elektabilitas sebesar 10,9 persen.

Yang menarik, dalam Populi Center menganalisa bahwa elektabilitas NH-Aziz dan IYL-Cakka menurun sejak Gerindra mengusung pasangan AAN-TBL, sementara elektabilitas NA-ASS cenderung tetap.

Hal ini terjadi walaupun Sulsel adalah basis Golkar, dan Nurdin Halid, IYL, Cakka, Wagub Agus dan Tanri Bali Lamo adalah sesama kader Golkar. Majunya lima kader Golkar sekaligus dalam Pemilihan Gubernur Sulsel 2018 ini tentu menyebabkan turunnya elektabilitas NH-Aziz yang diusung Golkar.

Tentu saja elektabilitas NH-Aziz masih dapat meningkat, mengingat responden yang menyatakan sudah mantap dengan pilihannya adalah 52,8 persen, sementara yang menyatakan bisa berubah pilihan sebesar 24,4 persen. Artinya elektabilitas NH-Aziz dapat mengalami rebound.

Apalagi NH-Aziz juga didukung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Nasdem, Hanura dan PKPI. Artinya menanjaknya elektabilitas Golkar di Sulsel harus dimanfaatkan dengan benar demi mengembalikan kejayaan Golkar di salah satu provinsi penyumbang kader beringin tersebut.

Sumber: Bakubae.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Golkar Luwu Timur Siap Berjuang Menangkan NH-Aziz

Ketua DPD II Golkar Luwu Timur (Lutim), Thorig Husler, menegaskan seluruh kader partai berlambang beringin siap berjuang untuk memenangka...