Rabu, 07 Februari 2018
Membangun Sulsel Adalah Janji Nurdin Halid Saat Pernah Terpuruk
Koordinator Bidang Pratama DPP Partai Golkar Nurdin Halid bakal ditetapkan sebagai calon gubernur (Cagub) Sulawesi Selatan pada 12 Februari mendatang. Berbekal usungan lima partai politik yaitu Golkar, Nasdem, PKB, Hanura dan PKPI, Nurdin Halid maju berpasangan dengan Aziz Qahhar Mudzakkar. Jauh sebelum pencalonan, NH, panggilan akrabnya, mengaku sejak lama berjanji mengabdikan diri untuk Sulsel lewat jabatan gubernur.
Komitmen itu terus dipegang, meski beberapa kali diuji. Salah satu ujiannya, cerita Nurdin Halid, adalah tawaran posisi strategis di lingkaran pusat partai beringin. NH yang menjabat sebagai Ketua DPD I Golkar Sulsel bahkan mengaku pernah tiga kali ditawari jabatan Ketua Umum Golkar. Seperti yang umum diketahui, Partai Golkar kini dipimpin Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.
Nurdin Halid tiga kali menolak tawaran berkuasa di pusat. Baginya, pulang kampung (pulkam) mengabdi di tanah kelahiran lebih penting, meskipun dia harus rela disebut turun kasta dari level nasional. NH menyebut, pilihan pulang kampung untuk mewujudkan Sulsel Baru adalah janji yang diikrarkan kepada rakyat dan Allah SWT. Pantang bagi mantan Ketua Umum PSSI itu melanggar janji, apapun taruhannya.
“Sulsel Baru itu janji saya kepada masyarakat Sulsel untuk membangun kampung dan menata kota. Terlebih, di masa saya terpuruk dulu, saya juga pernah berjanji kepada Allah SWT untuk membuat Sulsel, kampung halaman saya menjadi lebih baik,” kata mantan Ketua Umum PSSI itu, Rabu (7/2/2018).
Dalam berbagai kesempatan, NH berulangkali menegaskan Sulsel Baru bukanlah ambisi mengejar kekuasaan dan kekayaan. Sulsel Baru, kata dia panggilan pengabdian. Bersama Aziz, dia bertekad menciptakan Sulsel yang lebih sejahtera dan berkeadilan. Tidak lagi ada ketimpangan ekonomi dan sosial antara desa dan kota akibat pembangunan yang kurang merata.
“Kalau saya hanya mengejar jabatan, saya tidak akan mau menanggalkan jabatan Ketua Harian DPP Partai Golkar. Akan tetapi, ditawari jabatan ketua umum di depan mata pun saya tidak terima. Kalau saya terima tentu saja tidak ada munaslub,” cerita politisi kelahiran Bone ini.
“Tiga kali saya ditawarkan, tapi saya tetap pada kesepakatan awal yakni maju sebagai calon gubernur, meski saya tahu kalau jadi ketua umum, maka punya tiket jadi menteri bahkan wakil presiden,” dia menambahkan.
Sumber: Bakubae.com
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Golkar Luwu Timur Siap Berjuang Menangkan NH-Aziz
Ketua DPD II Golkar Luwu Timur (Lutim), Thorig Husler, menegaskan seluruh kader partai berlambang beringin siap berjuang untuk memenangka...
-
Kepedulian politisi cantik Christiany Eugenia Paruntu terhadap di dunia pendidikan nyiur melambai sudah tak diragukan lagi. Putri sulung ...
-
Ketua Harian DPP Partai Golkar Nurdin Halid menyatakan persiapan Rapimnas dan Munaslub Golkar telah rampung 90%. Sementara mengenai mat...
-
Nursyam Halid, Sekjen Pimpinan Pusat Angkatan Muda Partai Golkar (PP AMPG) mendorong Aziz Syamsuddin menjadi Ketua DPR menggantikan Setya...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar