Selasa, 27 Februari 2018
Golkar Belum Bicarakan Siapa Cawapres Pendamping Jokowi
Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Lodewijk Freidrich Paulus memberikan pernyataan bahwa partainya sudah melakukan konsolidasi seluruh kader di daerah untuk menghadapi Pemilihan Umum 2019. Lodewijk memberikan paparan, ada dua langkah yang ditempuh Partai Golkar untuk menyukseskan Pemilu 2019.
Langkah pertama, Golkar menggerakkan mesin partai, yakni pengurus dewan pimpinan pusat (DPP) hingga tingkat desa. Dan langkah kedua, Partai Golkar juga menggerakkan fraksinya di parlemen untuk terjun ke masyarakat dalam masa reses.
“Sekarang seluruh kader Golkar dari pusat hingga ke desa bergerak semua. Jika dilihat, mereka sedang masa reses namun tetap melapor via WhatsApp atau media sosial, ini luar biasa,” ujar Lodewijk F Paulus usai Sosialisasi Pengaturan Kampanye Pemilu 2019 di Hotel Sari Pan Pacific Jakarta, Senin (26/2/2018).
Namun, saat Lodewijk ditanya soal calon kandidat calon wakil presiden pendamping Presiden Joko Widodo untuk pemilu 2019, mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus TNI-AD (Danjen Kopassus) ini memberikan jawaban tegas bahwa partainya masih fokus pada pemenangan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak.
Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar bulan Desember tahun lalu juga telah menetapkan keputusan tegas agar kader partai tetap mendukung Jokowi pada Pilpres 2019. “Kami fokus mendukung Jokowi, sehingga kami tidak membicarakan siapa calon wakil presiden. Jadi kami tidak bicarakan, kami masih terlalu fokus untuk konsolidasi organisasi,” kata pensiunan TNI berpangkat letnan jenderal ini.
Sebelumnya, Ketua Bidang Media dan Penggalangan Opini DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily mengatakan bahwa partainya ingin calon wakil presiden untuk mendampingi Jokowi nanti merupakan tokoh yang mumpuni dari sisi elektabilitas. “Tidak tepat rasanya kalau calon wakil presiden ke depan, tidak memiliki nilai tambah elektoral,” ujar Ace di Kantor DPP Golkar, Jakarta, Senin (26/2/2018).
Namun, Ace sebagai kader Golkar tidak memungkiri, ia ingin agar nama cawapres untuk Jokowi berasal dari Partai Golkar. Tokoh yang dianggap layak oleh legislator asal Banten ini adalah Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. “Jadi Partai Golkar berpikir bahwa lebih baik kami lebih dulu naikkan elektabilitas, karena itu yang nanti akan memberikan nilai tambah elektoral Pak Jokowi pada 2019,” kata Ace.
Sejak jauh-jauh hari, Partai Golkar sudah menyatakan dukungan kepada Presiden Joko Widodo untuk kembali maju di Pilpres 2019. Bahkan dalam beberapa kesempatan, para elit pemimpin Partai Golkar menyebut bahwa dukungan kepada mantan Wali Kota Surakarta dan Gubernur DKI Jakarta tersebut sudah final.
Sumber: Bakubae.com
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Golkar Luwu Timur Siap Berjuang Menangkan NH-Aziz
Ketua DPD II Golkar Luwu Timur (Lutim), Thorig Husler, menegaskan seluruh kader partai berlambang beringin siap berjuang untuk memenangka...
-
Kepedulian politisi cantik Christiany Eugenia Paruntu terhadap di dunia pendidikan nyiur melambai sudah tak diragukan lagi. Putri sulung ...
-
Ketua Harian DPP Partai Golkar Nurdin Halid menyatakan persiapan Rapimnas dan Munaslub Golkar telah rampung 90%. Sementara mengenai mat...
-
Nursyam Halid, Sekjen Pimpinan Pusat Angkatan Muda Partai Golkar (PP AMPG) mendorong Aziz Syamsuddin menjadi Ketua DPR menggantikan Setya...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar